Tersesat Angan

4

Manusia sendiri bahkan tidak pernah benar-benar tahu
apa yang diinginkan dalam hidunya
Manusia seperti berlomba dengan waktu
padahal sebenarnya  masih berdiam
di tempat dan waktu yang sama
semuanya terlihat begitu nyata,
padahal hanya ilusi belaka…

Angan menghempaskan rasionalitas ke tempat terendah
begitu sulit menggapai puncak, jatuh, tertunduk
dan kembali terluka
oh..angan…

Seakan kematian ini siap menghujam setiap detik
tapi masih enggan karena tunduk pada wajah yang memelas
ia (kematian) kemudian hanya menjadi penonton manusia
yang tersiksa oleh angan, mati pelan-pelan karena angan

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s