KRIPTON 1001 dan Pesan Di Masa Lalu

the-skin

Kripton mulai menyortir tumpukan kertas-kertas yang berisi tulisan-tulisan dan sejarah manusia di masa lalu. Tulisan dari buku-buku yang memuat penemuan di bidang sains harus dikumpulkan, selain sains semuanya dimusnahkan secara bertahap.

Dunia versi Kripton tidak sama dengan dunia yang dihuni manusia berabad-abad tahun yang lalu. Jumlah hari dalam dunia baru Kripton bukan lagi tujuh melainkan hanya berjumlah lima hari saja. Nama-nama hari juga bukan penyebutan yang dikenal manusia selama ini. Mereka memiliki penanggalan sendiri, waktu sendiri dan sistem anatomi sendiri. Kripton bukan mahluk religius, ia adalah robot masa depan, semua sifat naluri manusia dikloning sedemikian rupa kecuali nilai-nilai religius.

Kripton sendiri adalah robot yang diciptakan sebuah perusahaan teknologi terbesar di dunia yang berbasis di Bangalor, sebuah lembah yang dikenal dengan sebutan lembah silicon. Sebuah lembah yang berasal dari negeri jajahan bangsa kulit putih, penduduknya dikenal religius namun berada dalam kemiskinan tiada tara. Namun kemapuan survival generasi mudanya berhasil mengubah wajah sebuah Negara miskin menjadi Negara dengan masa depan robot-robot canggihnya. Tidak seorangpun bahkan penduduk asal dari Negara ini membayangkan bahwa negaranya dikemudian hari tumbuh menjadi dunia baru, dunia yang dikendalikan oleh teknologi.

Dua puluh tahun yang lalu sebuah ide besar menginisiasi munculnya era baru dimana populasi manusia tidak lagi ditingkatkan, dan digantikan dengan robot-robot canggih. Martin Lang adalah penggagas ide fenomenal yang sekaligus menandai punahnya kehidupan manusia berpuluh tahun berikutnya.

Marting Lang menyebar paham kepada pengikut setianya (ilmuwan) bahwa di masa depan kehancuran di muka bumi sebenarnya dilakukan oleh manusia itu sendiri. Sifat alami dan naluri manusia justru tidak lagi membawa kebaikan di muka bumi. Manusia-manusia di masa depan hanya berperang, merusak alam, saling menghancurkan dan menjadi hama yang paling membunuh karena ledakan penduduk yang tidak lagi terkendali. Agama yang mereka dengungkan hanya menjadi sumber masalah bagi keberadaan agama dan kepercayaan lain.

Martin Lang merencanakan kehidupan dimana yang menguasai dunia adalah sebagian besar robot-robot canggih dengan tingkat intelektualitas yang melampaui pencapaian umat manusia selama ini. Adapun manusia yang dipertahankan keberadaannya adalah kelompok ilmuwan, politisi dan militer.

Sementara manusia lainnya secara perlahan punah karena seluruh sistem kehidupan mereka telah diracuni. Pangan yang mereka konsumsi mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang menyebabkan manusia sangat sulit memiliki keturunan. Pada bagian bumi lainnya yang selama ini dikenal sebagai daerah kering dibiarkan mati pelan-pelan tanpa ada usaha dari organisasi dunia untuk menyelamatkan entitas mereka. Di belahan dunia yang lainnya lagi, kelompok masyarakat yang sedari dulu cara hidupnya sangat primitive semakin dikucilkan dan kembali menjadi penghuni hutan-hutan lebat, tidak terjamah.

Kripton Ryder adalah sejenis robot tercanggih yang dimiliki oleh perusahaan AMA Corp. Kripton Ryder mengalami pengujian berkali-kali demi mencapai ambisi besar di era Martin Lang, yakni menciptakan robot super canggih yang menggantikan seluruh pekerjaan manusia di masa depan.

Robot jenis ini tidak mengenali kalimat sebagai mana manusia bisa membaca tulisan atau menuliskan huruf. Kemampuan baca tulis robot-robot ini terinspirasi dari sandi-sandi kriptografi. Oleh karena itu perintah-perintah yang diterima Kripton Ryder dikirim melalui kode angka dan huruf yang tersusun secara acak oleh ilmuwan-ilmuwan di Divisi Kripton. Ilmuwan inilah yang bertanggung jawab mengontrol, mengawasi, merekam dan mengendalikan seluruh gerakan dan tindak tanduk robot-robot Kripton.

Satu hal yang luput dari kecanggihan teknologi yang diciptakan ilmuwan IT adalah munculnya satu Kripton yang berbeda dengan karakter Kripton lainnya. Kripton Ryder seri 8 dengan kode rekrutmen 101101101 ini ibarat balita yang gagal dalam pemberian sistem imun ganda (imunisasi).

Kripton Ryder 101 memiliki kecenderungan lain dalam menerjemahkan perintah-perintah berupa sandi yang dikirimkan ke monitornya (otak bagi manusia). Jika pada manusia, kegagalan imunisasi ini bisa mengakibatkan cacat pada balita, sebaliknya justru karena kelalaian kecil dalam menyusun sistem kriptografi pada robot 101 ini justru memberikan efek kemampuan membaca huruf yang sama dengan kemampuan manusia.

Kripton Ryder 101 melakukan tugasnya dengan baik, menyortir dokumen-dokumen yang harus dijaga dan dibuang dengan cara yang hampir sama dilakukan oleh mesin scan foto kopi. Dengan sekali melihat, seluruh informasi itu akan tersimpan di arsip digital milik ilmuwan untuk disimpan namun dengan bentuk yang berbeda, tidak lagi dengan buku, melainkan berbentuk kapsul berdiameter 10 cm dan tinggi 30 cm.

Diam-diam Kripton menyembunyikan berkas dan tulisan yang menurutnya cukup penting tanpa sepengetahuan ilmuwan di Divis Kripton, sehingga yang dimunculkan dalam monitornya hanyalah dokumen-dokumen yang menurutnya tidak penting namun penting bagi divisinya. Dari arsip non sains yang lebih dikehendaki untuk dimusnahkan oleh Divisi Kripto, Kripton Ryder 101 menyelipkan sebuah naskah tentang Martin Lang, sang penggagas robot masa depan di dalam monitornya untuk dibacanya tanpa terdeteksi melalui pengawasan ilmuwan di divisinya.

Dari naskah tersebut, Kripton Ryder 101 menemukan tulisan Martin Lang tentang ideologi sebuah dunia dengan masa depan baru, makmur dan abadi.

 

AGAMA ADALAH KESENGSARAAN

KELAHIRAN ADALAH KEMATIAN

TEKNOLOGI ADALAH KEHIDUPAN

 

AGAMA ADALAH KESENGSARAAN

Di tahun-tahun ini, sejak penggulingan pemerintahan diktator Saddam Husein digulingkan, Negara-negara di Timur Tengah tak pernah berhenti berperang. Amerika dan sekutunya meyakini adanya senjata nuklir yang disembunyikan dan diam-diam dikembangkan oleh musuhnya, Iran.

Sementara itu, penduduk sipil ikut memikul penderitaan akibat perang. Propoganda agama diluncurkan dan diberitakan secara luas oleh media cetak, elektronik, buku-buku dan mata kuliah di kampus-kampus. Agama mayoritas di Negara-negara Timur Tengah dijadikan alat mencapai kekuasaan.

Kelompok ekstremis mengatasnamakan pendirian sebuah khilafah meskipun tujuan sebenarnya adalah menguasai minyak di Timur Tengah. Mereka dipersenjatai peralatan tempur yang tidak kalah canggih dengan yang dimiliki Negara barat dan sekutunya. Taka da yang benar-benar tahu darimana asal senjata dan peralatan tempur ini selain adanya desas-desus bahwa yang mengirim paket-paket persenjataan itu adalah musuh terkuat bangsa Amerika, sebuah Negara di Asia bagian Utara.

Di tengah keterbatasan penduduk Timur Tengah korban perang, mereka tenggelam dalam keputusaasaan terhadap keyakinannya sendiri, yakni Tuhan Yang Maha Esa. Mereka ragu, dimanakah pertolongan Tuhan disaat rumah-rumah mereka dijatuhi bom tatkala mereka merayakan hari raya.

Perlahan, keimanan mereka tercabut dan tidak ada yang lebih penting di kala itu selain setetes air dan remah-remah roti. Anak-anak mereka merengek tak percaya jika tidak ada makanan, karena anak-anak ini tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi.

Tanpa mereka sadari, sebuah pemahaman muncul jika agama tidak membawa kemakmuran dan ketenteraman bagi kehidupan manusia. Disaat yang bersamaan, kondisi putus asa ini adalah buah dari propaganda orang-orang mereka sendiri yang ingin menguasai minyak dengan dalih mendirikan khilafah.

Keadaan ini dimanfaatkan dengan baik oleh musuh berkulit putih, mereka memberi tekanan psikologi yang sangat kuat, agama dihapuskan dan yang terpenting adalah menanamkan paham bahwa agama adalah kesengsaraan.

 

KELAHIRAN ADALAH KEMATIAN

Sementara Negara lain berhadapan dengan perang yang berkecamuk setiap saat, satu Negara di kawasan khatulistiwa dan di Negara yang terkenal dengan pemain sepak bolanya yang termahsyur, terjadi bencana kelaparan akibat ledakan penduduk.

Negara di kawasan khatulistiwa ini misalnya, setiap perempuan bisa melahirkan anak hingga sepuluh anak kurang dari 15 tahun. Usia mereka masih muda-muda, umumnya karena tidak berpendidikan tinggi lalu dinikahkan dengan dalih suaminya kelak yang bertanggung jawab dengan kehidupan sang gadis.

Di sisi lain, ledakan penduduk ini terjadi karena adanya doktrin untuk meningkatkan jumlah penganut agama mayoritas walaupun mereka sendiri sadar tidak mampu mencukupi kebutuhan anak-anaknya kelak. Dari tujuh anak, kadang hanya satu anak saja yang bisa mereka perhatikan lalu sisanya terlantar, besar di jalan lalu putus sekolah dan akhirnya jadi preman jalanan. Dengan perkembangan teknologi pula, remaja putus sekolah di Negara ini menjadi beringas.

Pemerkosaan menjadi berita yang utama di media elektronik dan menjijikkan karena pelakunya adalah remaja putus sekolah tadi. Anak-anak yang tak terurus, orang tua yang tak kembali dari perantauan, pendidikan yang tak terjangkau dan era digital yang menyusupi kehidupan mereka menciptakan bencana kemanusiaan tertinggi di kawasan khatulistiwa.

Mengikuti pendahulunya di Asia bagian Utara, diterapkanlah peraturan mengekang bagi masing-masing keluarga yang hanya boleh memiliki satu anak saja. Padahal jika pemerintahan mereka berfikir lebih jauh ternyata ledakan penduduk ini hanya terjadi di kota-kota besar, sementara di daerah lainnya yang tidak tersentuh pembangunan, justru minim penduduk.

Pemerintahan tidak meyadari isu sebenarnya adalah distribusi penduduk yang tidak merata ke seluruh wilayah. Namun kecenderungannya, tidak ada satu manusia pun yang mau tinggal di daerah yang untuk airnya saja harus menunggu bertahun-tahun pembangunan jaringan pipa mengaliri air di rumah-rumah penduduk. Atau jalan yang bertahun-tahun tidak beraspal, sumber pangan yang susah sehingga harganya mahal. Tidak, tidak ada yang ingin hidup dengan kondisi seperti itu.

Pembangunan di kawasan khatulistiwa ini timpang, desa-desa ditinggalkan dan semua orang ingin hidup di kota dengan segala kemudahannya. Sayangnya tidak semua yang mengejar kebahagiaan di kota punya sedikit otak untuk sekadar tahu cara bertahan hidup. Mereka yang tak bisa bersaing di kota-kota besar akhirnya tak punya tanah bahkan seluas kulit tubuh mereka sendiri. Orang-orang ini tinggal di antara dua pipa gas besar yang melintang di sebuah jembatan, atau bersembunyi di belakang papan reklame.

Bagi perempuan-perempuannya, mereka tidak pernah tahu kalau dirinya dijadikan pemuas nafsu sesama lelaki proletar, akhirnya mereka beranak pinak tapi tak punya tempat tinggal. Anak-anak ini lalu tumbuh dan mengulang generasi bapak ibunya menjadi preman, siklus ini terus berulang selama bertahun-tahun sehingga di jalan, perempatan lampu merah kita bisa melihat segerombolang anak, remaja dan dewasa mendatangi mobil ke mobil hanya untuk meminta receh. Jika tidak diberi mereka tiba-tiba beringas seakan ingin menghantam wajahmu yang berada di balik setir mobil.

Dalam kelas sosial yang lain, ada kelompok yang kelihatannya berpendidikan karena bisa menempuh kuliah hingga ke perguruan tinggi. Namun doktrin nikah mudah begitu gencar di kelompok ini dengan dalih anak sebagai pembawa rejeki.

Walaupun mereka menyadari sepenuhnya kalau memenuhi kebutuhan mereka sendiri saja masih sempoyongan. Di awal-awal pernikahannya dan telah memiliki seorang anak, mereka hidup dari belas kasih orang tua. Orangtua merawat cucu-cucu mereka saat kedua orangtua mencari nafkah. Kesempatan membangun diri sendiri telah melebur dengan kehidupan dan tanggung jawab baru mereka, yakni keluarga.

Kelahiran-kelahiran yang tidak dipersiapkan dari lapisan-lapisan social dan pendidikan ternyata menjadi bom waktu ketika sumber pangan mulai mengalami kegagalan panen diberbagai daerah. Kegagalan panen bukan karena tak ada lagi pupuk-pupuk mahal dipasaran, tetapi karena kualitas tanah semakin berkurang, mereka harus mendatangkan tanah dari daerah lain barulah pupuk mahal tadi bisa digunakan.

Hasil perkebunan yang tercemar pestisida karena penggunaan bahan kimia berlebihan, hasil perikanan yang tercemar limbah merkuri, peternakan daging dan petelur menyimpan virus mematikan semaki hari mulai mencemari sumber pangan mereka. Sementara disisi lain mulut yang ingin diisi dengan protein, lemak dan karbohidrat jumlahnya semakin banyak.

Pemerintahan mereka kemudian menyadari sekalipun masih keliru juga, bahwa ledakan penduduk ini harus diakhiri. Kelahiran dibatasi, dengan berbagai macam program dan suntik-suntikan pencegah kehamilan. Keluarga yang kedapatan memiliki anak kedua tidak akan mnedapatkan jaminan sosial dari pemerintah.

Pemerintah tidak pernah melihat masalah sebenarnya adalah pemerataan pembangunan, pemerataan infrastruktur dan ekonomi. Ya  karena pemerintahan mereka sendiri sebagian besar diisi orang-orang picik yang menimbun kekayaan dan disimpan di Negara lain yang stabilitas ekonominya terjaga terus.

Sejak saat itu, kelahiran yang tidak direncanakan dianggap sebuah aib memalukan. Anak-anak kedua yang tumbuh di lingkungan tersebut dianggap parasit, bagian yang tidak termasuk dalam rencana pemerintah.

Tidak ada prioritas bagi anak kedua sejak mereka lahir, kemudian beranjak dewasa, mencari pekerjaan, pasangan hidup lalu meninggal. Mereka ibarat kelompok manusia yang tidak pernah diharapkan akibat hasrat tak terencana dan kepatuhan orangtua pada pemerintah. Parahnya lagi kelahiran mereka sesungguhnya adalah kehidupan untuk menghadapi kematian yang secara sistematis dilakukan oleh Negara dan pemerintahannya sendiri, karena mereka memang tidak pernah diharapkan.

 

TEKNOLOGI ADALAH KEHIDUPAN

Ketika kelompok manusia yang gagal menjadi manusia mulai tersingkir, teknologi robot justru berkembang pesat. Robot-robot awalnya hanya bertugas untuk menyederhanakan tugas manusia.

Namun seiring penemuan di bidang teknologi yang terus berinovasi, robot-robot baru mulai diciptakan yang fisiknya serupa dengan fisik manusia. Kemampuan intelegensia mereka tidak diragukan lagi, karena mereka didesain untuk setara dengan manusia-manusia kelompok ilmuwan, sekalipun yang mengendalikan sistem mereka adalah tetap manusia itu sendiri.

Setelah robot-robot ini dipasarkan, dan diproduksi besar-besaran oleh perusahaan AMA yang berbasis di Bangalor, perlahan kebutuhan orang akan robot sama pentingnya dengan kebutuhan memiliki telepon genggam. Ada robot yang menggantikan tugas driver, artinya dia adalah robot yang dilengkapi dengan chip GPS (Global Positioning Sistem) terlengkap, ada robot yang menggantikan pekerjaan para buruh di pabrik, robot yang bisa memasak, robot militer, robot analis dan robot pembasmi.

Yang memiliki tugas paling membahayakan manusia proletar adalah robot pembasmi. Kaum proletar dilarang memasuki kawasan kota, mereka tinggal di kawasan yang jauh dari kehidupan kota. Robot pembasmi ini ditugaskan membunuh orang-orang proletar yang mencoba masuk ke kota. Manusia rendah ini diibaratkan seperti serangga, atau hama sehingga harus dibasmi.

Teknologi di era ini berhasil menciptakan kelompok manusia terendah yang sama rendahnya dengan hewan karena penguasaan teknologi oleh manusia-manusia jenius. Manusia jenius tidak pernah merasa bersalah dengan teknologi robot yang mereka ciptakan, dengan dalih bencana dari kelahiran manusia yang tidak terkontrol, dikendalikan dan diperhitungkan dengan matang hanya menimbulkan bencana berkali-kali lipat efek kerusakannya bila dibandingkan mereka dihabiskan dalam sistem kelas-kelas sosial.

Manusia jenius ini tidak menciptakan perang atau genosida, mereka tidak menyentuh sama sekali kelompok proletar. Mereka hanya membuat standar kelas-kelas social, yang kalah akan tersingkir dan bergabung menjadi proletar dan yang berhasil akan hidup seperti biasa, tapi naluri mereka sesungguhnya telah mati.

Jangan membayangkan manusia jenius dan yang terpilih ini memiliki agama, karena bahkan naluri dan empati sesame manusia saja mereka sudah tidak memilikinya. Mereka ini sudah lama membuang keyakinannya akan Tuhan, ya sama dengan kaum proletar.

Bedanya, manusia adidaya ini tidak berkeyakinan akan Tuhan karena merasa diri mereka adalah Tuhan dengan keberhasilannya menciptakan entitas baru di muka bumi, yakni Robot. Sedangkan kaum proletar meninggalkan keyakinannya karena putus asa. Mereka putus asa karena doa-doa tidak ada satupun yang dikabulkan, mereka harus berjuang sendiri dengan kehidupannya jika tidak sanggup lagi, mereka mengakhiri sendiri kehidupannya.

Era ini benar-benar dikuasai oleh manusia adidaya dan robot supercanggih. Manusia di era ini adalah Tuhan bagi robot-robot yang mereka ciptakan. Mereka terus mengembangkan pengetahuan untuk memperbaiki kondisi bumi, disatu sisi mereka terus melakukan terobosan di bidang kesehatan agar bisa hidup hingga ratusan tahun tanpa mengalami perubahan wajah yang menjadi keriput. Kini tidak ada lagi peperangan, sumber-sumberdaya alam terbagi secara merata, peradaban mereka maju, tidak ada preman, pencuri, pelacur, dan orang miskin.

Hidup mereka sangat lama dimuka bumi, karena tidak ada ledakan penduduk yang mengancam eksistensi mereka. Keberhasilan di bidang lingkungan, energy terbarukan, produksi pangan yang melimpah dan berkualitas baik justru membuat manusia adidaya semakin ingin berkuasa dengan cara ingin hidup lebih lama, menikmati buah dari pengorbanan mereka selama berpuluh tahun. Kini cita-cita itu sudah tercapai dengan keberhasilan uji coba Kripton Ryder (Robot Analisis), Kripton Road (Robot Driver), Kripton L (Robot chef), Kripton Army (Robot Militer) dan Kripton Danger (Robot Pembasmi).

Satu yang tidak dikehendaki oleh manusia adidaya adalah menciptakan robot ahli sains yang mengerti botani, kimiawi, fisika, perkapalan, penerbangan, kesehatan, dan sejarah. Mereka menciptakan robot untuk memudahkan kehidupan setelah dunia baru diwujudkan tapi bukan robot yang menggantikan kejeniusan mereka. Robot ini faktanya jenius di fungsinya tugas dan fungsinya masing-masing tapi tidak pernah diciptakan untuk menyamai kehebatan manusia adidaya.

Manusia adidaya menganut prinsip bahwa untuk menjadi Tuhan adalah dengan menguasai pengetahuan dan mereka memang benar-benar berhasil mewujudkannya. Robot-robot ini tidak lebih adalah seonggok mesin dan besi yang dirangkai oleh kejeniusan manusia, dimana ketika perannya sudah tidak dibutuhkan lagi maka robot-robot Kripton akan dimusnahkan sama seperti kaum proletar.

Tidak ada kesedihan karena mereka hanyalah benda, dan inilah misi sesungguhnya manusia adidaya, menciptakan sebanyak-banyaknya robot, membasmi manusia-manusia gagal demi menghilangkan empati, simpati dan sifat-sifat lemah manusia. Mereka manusia adidaya adalah manusia yang memiliki kebajikan sekaligus kekejaman.

***

Kripton Ryder 101 selesai melakukan enkripsi sandi-sandi yang menghasilkan rangkaian naskah penting dalam monitornya. Robot ini lalu secara acak dan diluar kendali mengeluarkan kode di monitornya :

229068899089

Yang kira-kira bila diterjemahkan berbunyi: “harus pergi dari ruangan ini.”

 

Kripton Ryder yang hanya sebuah robot ciptaan manusia adidaya tidak pernah tahu, jika ada kode sandi yang muncul di monitor yang tidak ada hubungannya dengan tugas dan fungsinya, maka robot ini dianggap robot gagal dan nasibnya akan berakhir di bangunan bawah tanah, berpuluh kilometer ke bawah dan dikubur bersama rongsokan besi gagal lainnya.

Temuan kegagalan di robot Kripton Ryder menjadi temuan baru bagi ilmuwan untuk memperbaiki kembali sistem kriptografi yang mereka ciptakan. Seluruh robot yang beroperasi di lacak kembali sistem data-data monitornya. Sampai seluruh proses pengecekan benar-benar dilakukan, barulah robot-robot ini bertugas seperti biasa. Tidak boleh ada pembereontakan, bahkan dari robot mereka sendiri.

Manusia adidaya sudah belajar banyak dari peperangan umat manusia di masa lalu bahwa pengkhianatan adalah awal pemberontakan dan hal ini tidak boleh terjadi.

Kehidupan dan dunia baru kini benar-benar telah terbit di Negara yang dahulunya sangat miskin dan bangsa terjajah. Kini Negara ini dan sekutunya dari bangsa kulit putih sedang membangun dunia baru, dunia yang lebih setara, berperadaban namun tak ada lagi nurani manusia. Manusia adidaya adalah Tuhan untuk robot-robot ciptaan mereka dan dunia baru siap menampung mereka lebih lama lagi.

 

******

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s