Tersesat Angan

Manusia sendiri bahkan tidak pernah benar-benar tahu apa yang diinginkan dalam hidunya Manusia seperti berlomba dengan waktu padahal sebenarnya ┬ámasih berdiam di tempat dan waktu yang sama semuanya terlihat begitu nyata, padahal hanya ilusi belaka… Angan menghempaskan rasionalitas ke tempat terendah begitu sulit menggapai puncak, jatuh, tertunduk dan kembali terluka oh..angan… Seakan kematian ini siap…

SATU

  Keyakinan ada dalam dirimu Mempercayainya, menghirupnya dan meresapi setiap bagiannya Karena keyakinanmu SATU dalam pikiran dan hati Tunggal tak terpisahkan Lantas suatu waktu kau ingin berdifusi Mencoba melepaskan diri Bernafas lebih mandiri Atau mati lebih dulu Keyakinan itu kini mulai bertanya-tanya Kau tak lagi meresapinya dalam-dalam Logika mulai berkeliaran secara nyata lalu membuatmu bimbang…

Hidup Seperti Apa?

  Rencana hidup tersusun layaknya jadwal harian Mengejar makna atau menjadi pesakitan Ketika pikiran tak lagi jernih Jangan harapkan hati menjadi bersih Lalu hidup seperti apa yang Kau harapkan? Semua saling klaim, mencerabut hingga keakar-akar Tak ada kesempatan untuk berkelakar Karena hidup terlalu sukar Lantas hidup seperti apa yang Kau harapkan? Semua berlomba melahirkan anak…